dwijautama

Membangun Karakter Bangsa

Monitoring dan Evaluasi

Latar Belakang:

Monitoring dan supervisi adalah dua kegiatan yang dapat saling mengisi dalam kegiatan MBS agar tujuan program dapat dicapai secara efektif. Dalam kenyataannya kedua kegiatan tersebut menjadi momok khususnya bagi orang yang dimonitor dan disupervisi karena adanya prilaku dan persepsi yang salah terhadap kedua kegiatan tersebut.. Monitoring sering dipersepsikan sebagai kegiatan mencari kesalahan dan investegasi, sementara supervisi adalah kegiatan menyalahkan dan memarahi atas kesalahan yang terjadi. Padahal kegiatan monitoring dan supervisi adalah kegiatan melakukan diagnosa dan mengumpulkan informasi serta melakukan konseling terhadap masalah yang terjadi dan selanjutnya untuk dicari pemecahannya.

Pengertian

  1. Monitoring: Suatu kegiatan melibatkan diri secara penuh dalam sutau proses kegiatan untuk mengumpulkan informasi melalui pengamatan, menghitung, merasakan dan mendengarkan secara aktif yang selanjutnya dipakai sebagai bahan diagnosa program.
  2. .Supervisi/Bintek: adalah kegiatan memberikan konseling agar orang lain dapat memecahkan masalahnya dan seterusnya bisa mandiri.
Proses supervisi yang efektif.
  • Terlibat dalam proses pemecahan masalah dengan orang yang disupervisi.
  • Memiliki kepekaan terhadap orang lain terhadap kedalaman tentang hal-hal yg bersifat personal.
  • Melakukan diagnosa terhadap masalah-masalah dalam kelompok.
  • Mendorong orang lain untuk memecahkan sendiri masalahnya.
  • Memberikan tantangan yang layak atau dapat diterima kepada orang yang disupervisi.
  • Membantu orang yang disupervisi untuk mengatasi konflik.
  • Belajar untuk mendengarkan dengan kritis dan kreatif.
Supervisor yang Baik
  • Menunjukkan sikap mau membantu dan tertarik pada masalah yang dihadapi.
  • Menjelaskan posisi Supervisor dan hubungannya dengan yg disupervisi.
  • Berfokus pada informasi yang penting.
  • Mendorong untuk menggali masalah lebih dalam.
  • Membuka dan mendorong ide-ide atau daerah-daerah yang baru.
  • Membantu orang yg disupervisi untuk menilai tanpa niat utk membeladiri.
  • Mendorong orang yg disupervisi untuk mengambil keputusan dan membantu dia utk mempertimbangkan resiko yang akan terjadi dari keputusannya.
  • Memberikan bantuan sumberdaya apabila dibutuhkan.
5  Hal Penting Sebagai Supervisor
  1. Menggali dan menegaskan apa yang harus dilakukan.
  2. Menyepakati bagaimana cara melakukannya.
  3. Memberi contoh bagaimana harus melakukannya.
  4. Memberikan kesempatan kepada pihak yang di supervisi untuk melakukan.
  5. Memberikan umpan balik terhadap apa yang telah mereka lakukan dan membantu mereka untuk memperbaikinya.

September 20, 2011 - Posted by | Agenda Kegiatan | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: